Hari raya nyepi

Selamat Hari Raya Nyepi tahun Caka 1935 bagi umat se-Dharma di seluruh dunia. Semoga Hari Raya Nyepi bermakna positif bagi kita semuanya. Selamat menikmati indahnya pulau bali dihujani bintang, gak bakal kecewa deh bagi yang sekedar berlibur atau merasakan hari raya nyepi disini 😀
Kali ini saya bakal ngejelasin H-1 Nyepi deh atau umumnya Pengerupukan. Pengerupukan sendiri bermakna upacara yang dilakukan untuk mengusir Bhuta Kala atau segala hal yang bersifat buruk yang dilakukan senja hari (sandhyakala) setelah dilakukan upacara Mecaru di sekitar tempat tinggal dimana sehari sebelum upacara Nyepi.
Pengerupukan dilakukan dengan cara menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja yang bisa menghasilkan bunyi keras sehingga bersuara ramai/gaduh.
Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai Ogoh-Ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar.
Berikut ini Gambar hasil potretan kamera saya kemarin, yang kebetulan di Bali (mungkin di Indonesia) memang melaksanakan parade Ogoh-Ogoh, dimana hasil karya dari Sekaa Taruna (perkumpulan pemuda) di banjar masing-masing di nilai sesuai kriteria yang ditentukan, simak ya :
Photo0016Photo0019

Komentar

Posting Komentar